024-7605277 / 0811-2611-914
it.design@spk-inc.co.id
blog-img
04/12/2020

Cerita Relief Sejarah Perjalanan Laksamana Cheng Ho

Wisata Sam Poo Kong | Terpopuler

EKSPEDISI KE SAMUDERA BARAT EKSPEDISI KE SAMUDERA BARAT

Laksamana Zheng He ( Sam Poo Tay Djien) dan Wang Jing Hong ( Ong King Hong) berdiri dianjungan diatas dek kapal, memandang ke kejauhan dan memikirkan misi berat yang diembannya. Ratusan kapal telah siap siaga untuk berlayar. Berdasarkan (The History of Far East) pada tahun 1405 sekitar bulan Juli dan Agustus, armada berangkat dari Liu Jiu Gang, propinsi Jiang Su pertama kalinya bersiap untuk berlayar.

GUDANG DI MALAKA

Penduduk lokal yang dipimpin oleh etnis Malaka (kini disebut Malaysia) Bailimisuci menyambut kedatangan armada Zheng He dipelabuhan. Bendera kebesaran ‘Zheng’ terlihat berkibar dengan gagah diatas kapal yang kokoh. Malaka merupakan salah satu tempat persinggahan yang sangat penting dalam perjalanan Zheng He. Kedatangan rombongan armada Zheng He ke Malaka di tahun 1409 merupakan momen bersejarah.

Sepanjang tahun 1409, Zheng He juga melakukan beberapa kali perjalanan ke Malaka (Malaysia) dan Siam (Thailand). Pemerintah Malaka sangat berterima kasih atas bantuan Zheng He dalam mengatasi konflik di antara kedua negara yaitu Malaka & Siam. Sebagai ucapan terima kasih, pemerintah lokal membantu Zheng He membangun gudang di Malaka.

MENUMPAS BAJAK LAUT CHEN ZHU YI/TAN TJO GIE

Menurut sumber (The Documentary Records of The Ming Dynasty, chapter 71) dalam perjalanan menuju “Old Harbor” ( sekarang dikenal sebagai Ba Lin Bang/ Palembang di Sumatera Selatan) Zheng He mengetahui kejahatan yang dilakukan bajak laut Chen Zhu Yi seperti merampok dan membakar rumah-rumah penduduk. Dengan pertimbangan bahwa apa yang dilakukan bajak laut Chen Zhu Yi tidak dapat dibiarkan begitu saja, maka dia memerintahkan anak buahnya untuk menumpas para bajak laut. 5,000 bajak laut dibunuh dan 10 kapal dimusnahkan. Selain itu dia juga menangkap dan menahan 7 kapal laut dan 2 mesin untuk memalsukan uang. Akhirnya Cheng Zhu Yi dapat dikalahkan.

MEMBANTU MENGATASI PERANG SAUDARA

Raja Barat Jawa ( Wikramawardhana) melawan Raja Timur Jawa (Wirabumi) dan Raja Timur kalah dalam peperangan tersebut. 170 orang Zheng He terbunuh oleh pasukan Raja Barat, pada saat Zheng  He melewati daerah Raja Timur, dia mengetahui bahwa ada kesalahan-pahaman dalam peperangan itu. Zheng He menjelaskan kepada Kaisar Chen Zu. Akhirnya, Raja Barat diperintahkan untuk meminta maaf dan membayar denda sebesar 60,000 tail emas. Karena denda yang ditetapkan terlalu besar dan melebihi kemampuan dari kerajaan tersebut maka akhirnya denda ditetapkan hanya 10,000tail emas. Dalam kejadian ini Zheng He berhasil meminta kemurahan hati Raja Ming yang selalu berpegang pada prinsip.

MENUMPAS PEMBERONTAKAN SU GAN LA/ ISKANDAR

Pada tahun ke-13 pemerintah Yong Le (1415), saat rombongan Zheng He tiba di Sumendala/ Samudera Pasai/ Aceh, Sumatera, beliau melihat adanya pertempuran. Raja Sumendala/ Samudera Pasai/ Aceh, Sumatera terbunuh oleh Raja Nakur dari Batak. Putra mahkota Zainul Abidin yang saat itu masih kecil tidak dapat membalaskan dendam ayahnya dan menduduki tahta kerajaan. Sang permaisuri mengumumkan siapapun yang dapat membalaskan dendam sang Raja akan menduduki tahta kerajaan dan mempersunting dirinya.

Seorang nelayan berhasil membunuh Raja Nakur dan menjadi raja. Saat putra mahkota beranjak dewasa, dia membunuh ayah tirinya dan mengambil alih tahta kerajaan. Putra sang nelayan, Su Gan La/ Iskandar tidak dapat menerima perlakuan terhadap ayahnya dan berencana untuk membalas dendam. Saat Zheng He melewati daerah tersebut, pertempuran baru saja dimulai. Su Gan La/ Iskandar dikalahkan oleh putra mahkota dan rombongan Zheng He. Walaupun Su Gan La/ Iskandar berusaha untuk melarikan diri, namun akhirnya dia ditangkap dan ditahan didaerah selatan Nan Bo Li/ Lambri. Dengan bantuan Zheng He, pemerintahan Sumendala/ Samudera Pasai/ Aceh, Sumatera dapat menumpas pemberontakan dan mempertahankan negaranya.

KYLIN/ JERAPAH DARI NEGARA YANG JAUH (IRAN)

Zheng He menerima persembahan hewan-hewan yang berharga termasuk kylin/ jerapah dari Raja Hulumosi (Iran). Menurut ( The History of The Lou Dong Liu Jia Gan Tian Fei Palace), pada tahun ke-15 pemerintah Yong Le (1417), rombongan tersebut menuju ke barat dan membawa pulang singa, macan tutul, kuda dan kylin/ jerapah dari Raja Hulumosi.

Bagikan Ke:

Populer